Walkot Magelang Tak Disuntik Vaksin Corona karena Tak Penuhi Syarat

Kota Magelang – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito tidak divaksin virus Corona atau COVID-19 karena faktor usia. Sedangkan Wakil Wali Kota Windarti Agustina, merupakan orang pertama yang menerima vaksin Corona di Kota Magelang.

“Umur saya ini sudah 63 tahun berjalan, tetapi semangat saya masih, kalau ketentuannya masuk pukul 07.00 WIB, yang pukul tujuh,” kata Sigit saat membuka pencanangan vaksinasi COVID-19 di Pendopo RSUD Tidar Kota Magelang, Senin (25/1/2021).

Untuk diketahui, vaksin Corona dibatasi pada rentang usia 18 hingga 59 tahun yang merupakan kelompok usia paling banyak terpapar virus Corona. Kelompok usia tersebut menjadi target awal vaksinasi di Indonesia.

Sigit melanjutkan, dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan pencanangan vaksin Corona. Menurutnya, vaksinasi yang dilangsungkan tersebut dalam rangka menciptakan herd immunity atau kekebalan kolektif.

“Terima kasih kepada semua pihak, utamanya Dinkes dan RSUD Tidar yang telah mempersiapkan pencanangan vaksinasi COVID-19 ini dengan baik. Kita mulai vaksinasi ini dalam rangka menciptakan herd immunity atau kekebalan kolektif,” ujar Sigit.

Sigit mengatakan tujuan vaksinasi untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap infeksi COVID-19. Namun demikian, Sigit mengingatkan vaksin bukan satu-satu caranya untuk mencegah virus tersebut. Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Vaksinasi tidak segala-galanya, ini usaha pemerintah untuk mencegah, tapi protokol kesehatan tetap berlaku ketat, jangan lengah,” imbuhnya.

Adapun para pejabat yang disuntik di antaranya Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Sekretaris Daerah Joko Budiyono, Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno, Kasdim 0705/Magelang Mayor Inf Sudarno, Ketua Pengadilan Negeri Kota Magelang Sri Harsiwi, Kepala Kejaksaan Negeri Siti Aisyah dan beberapa pejabat Pemkot Magelang.

Sebelum disuntik, mereka terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan kesehatan awal (screening). Jika sehat dan memenuhi syarat maka mereka langsung divaksin. Sedangkan, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Magelang Taufik Nurbakin juga tidak lolos screening karena saat itu tekanan darahnya tinggi.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Yis Romadon mengungkap Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito tidak bisa disuntik vaksin Corona karena usia. Dia menjelaskan sasaran vaksin periode pertama ini yakni pada mereka yang berusia 18-59 sesuai dengan uji klinis vaksin tersebut.

“Pak Wali nggak bisa karena usia. Ini sasarannya untuk periode awal usia 18 sampai 59 sesuai dengan uji klinisnya vaksin dilakukan pada usia rentang itu. Iya (faktor usia),” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Yis menyampaikan alokasi tahap pertama 7.280 dosis untuk sasaran 3.630 sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan 10 pejabat publik.

“Pengambilan pada Sabtu (23/1), alokasi tahap pertama 7.280 dosis untuk sasaran 3.630 SDM kesehatan dan 10 pejabat publik dengan diberikan alokasi dua kali dosis,” kata Yis.

Selain itu, kata Yis, vaksin Corona di Kota Magelang disimpan di UPT Instalasi Farmasi. Di lokasi tersebut tersedia tiga freezer dan cadangan genset yang memadai.

Yis juga mengungkap ada 19 fasilitas kesehatan yang melayani vaksin Corona di Kota Magelang, terdiri dari 7 rumah sakit, 5 Puskesmas, 6 klinik, dan 1 balkesmas.

“Pada pencanangan ini sasaran vaksin adalah tokoh-tokoh publik, dilanjutkan dengan 130 SDMK,” tuturnya. (rih/sip)

SUMBER : detik.com